Aspek Hukum Pembentukan Qanun No. 3/2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh

Kurniawan Kurniawan

Abstract


This article aims is to explain the basic authority of the enactment of Qanun (local law) Aceh No. 3, 2013 regarding the Flag and Symbol of Aceh. Furthermore, it examines whether the law infringes higher laws and public interest. In addition, it explores the validity of the law and its legal mechanism which is available regarding the cancellation of the law. This   is  normatif legal research. The data is obtained through library research. The approach research used is statute approach. The findings show that, the law infringes Government Regulation No. 77, 2007 regarding the Symbof of Region and public interest. Nevertheless, the existence of the law is legally valid because the Government has exceeded the time period of 60 days since it received the law, and has not issued the President Regulation regarding the cancellation of it. It means that if the Government has not issued it, it is legally that the law is valid as mandated in Article 145 paragraph, sub article (7) of the Act No. 32,  2004 regarding on the Local Government .

 

The Legal Aspect of The Enacment Qanun Number 3, 2013 Regarding The Flag and Emblem of Aceh

Keywords


the enacment qanun; flag and emblem; aceh

Full Text:

PDF

References


Adam Mukhlis Arifi, 2011, Demokrasi Aceh Mengubur Ideologi, The Gayo Institute, Takengon.

Ahmad Farhan Hamid, 2006, Jalan Damai Nanggroe Indatu: Catatan Seorang Wakil Rakyat Aceh, Suara Bebas, Jakarta.

H.M. Kaoy Syah, Lukman Hakim, Keistimewaan Aceh dalam Lintasan Sejarah: Proses Pembentukan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999, pengurus besar Al-Jami’iyatul Washliyah, Jakarta.

Hardi, 1993, Daerah stimewa Aceh: Latar Belakang Politik dan Masa Depannya.

Husni Jalil, 2005, Eksistensi Otonomi Khusus Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Dalam Negara Kesatuan RI Berdasarkan UUD 1945, C.V. Utomo, Bandung.

Miftachus Sjuhad Fatkhurohman, 2012, “Efektifitas Penyelesaian Pembatalan Peraturan Daerah Melalui Metode Keberatan di Mahkamah Agung oleh Pemerintah Daerah Kota/Kabupaten”, Jurnal Hukum Yustisia, Edisi 84, September – Desember 2012, Tahun XXII.

Peter Mahmud Marzuki, 2007, Penelitian Hukum, Jakarta, Kencana Prenada Media Group, Jakarta.

Rony Hanitijo Soemitro, 1983, Metodologi Penelitian Hukum Normatif, Ghalia Indonesia, Jakarta.

Peraturan Perundang-Undangan

UU No. 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Propinsi Daerah Istimewa Aceh.

UU No. 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Daerah istimewa Aceh sebagai Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

UU No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

UU No. 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia.

UU No. 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2007 tentang Lambang Daerah.

Qanun Aceh No. 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh (Lembaran Aceh Tahun 2013 Nomor 3, Tambahan Lembaran Aceh Nomor 49).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




KANUN : Jurnal Ilmu Hukum

 

ISSN (Print): 0854 – 5499

ISSN (Online): 2527 – 8428

 

Published by: 

Redaksi Kanun: Jurnal Ilmu Hukum

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Jl. Putroe Phang No. 1, Darussalam, Banda Aceh 23111

Telp. (0651) 7552295; Faks. (0651) 7552295

E-mail: kanun.jih@unsyiah.ac.id

Website: http://jurnal.unsyiah.ac.id/kanun

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.