Peran Hukum Adat dalam Penanggulangan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Aceh

Taqwaddin Husin, Teuku Alvisyahrin

Abstract


In the wake of earthquake and tsunami in Aceh, Indonesia, Desember 26th 2004, it caused almost all village governance. It is the lawest structure of governance based on customary law. Its community may apply the law to manage their community relationship and also in running the governance. In Acehnese customary law, the common interest must be privilege than personal one. Working together is a main principle based on the law. In emergency time, it was famous among victims of the disaster. The helped each other to fins the lasing, families efforts of recovery and the governance empowerment is priority.

 

The Role of Customary Law in Preventing Earthquake and Tsunami in Aceh


Keywords


customary law; disaster preventing; tsunami aceh

Full Text:

PDF

References


Teuku Djuned, 2003, Kesiapan Sumberdaya Mukim dalam Mengemban Amanat UU No. 18 Tahun 2001 (Otonomi Khusus NAD), Makalah disampaikan pada Diskusi Multipihak tentang Lembaga Mukim Dulu, Sekarang, dan Masa Akan Datang, diselenggarakan oleh LSM PUGAR, Banda Aceh , 3 Mei.

Teuku Djuned, dkk. 2011, Inventarisasi Hukum Adat dan Adat Aceh, Laporan Penelitian, kerjasama Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala dengan Pemerintah Nanggroe Aceh Darussalam.

Taqwaddin, 2010, “Penguatan Pemerintahan Gampong Pasca Tsunami; Studi kasus Gampong Lambada Lhok”, dalam Status Report on Aceh Tsunami Recovery, TDMRC Universitas Syiah Kuala dan Kobe University.

Taqwaddin, 2011, “Pluralisme Hukum: Kemampuannya Mendorong Pengakuan dan Perlindungan Hukum bagi Hak Masyarakat Adat Atas Tanah dan Kekayaan Alam di Kabupaten Pidie, Aceh,” dalam; Untuk Apa Pluralisme Hukum ? Konsep, Regulasi, Negosiasi dalam Konflik Agraria di Indonesia, Epistema Institute, Jakarta.

Taqwaddin, Sulaiman Tripa, Teuku Muttaqin, 2012, Kepuasan terhadap Peradilan Adat Aceh, LKHA, Banda Aceh.

Taqwaddin, Sulaiman Tripa, Muhammad Insa Ansari, Teuku Muttaqin, 2013, Penyelesaian Tanah Korban Tsunami yang Tidak Ada dan/atau Tidak Diketahui Ahli Warisnya, Jurnal Media Hukum, Vol. 19 No. 2.

Taqwaddin, 2013, Kapita Selekta Hukum Adat Aceh dan Qanun Wali Nanggroe, Bandar Publishing, Banda Aceh.

Taqwaddin dan Teuku Alvisyahrin, Aceh Post 2004 Tsunami Recovery: Accomplishment and Lessons Learned, Paper Presented at Miyako City, Japan – 23 December 2012.

Zainuddin, 1961, Tarich Aceh dan Nusantara, Pustaka Iskandar Muda, Medan.

Peraturan Perundang-undangan

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Qanun Aceh N0 5 Tahun 2003 tentang Pemerintahan Gampong.

Qanun Aceh No 9 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kehidupan Adat.

Qanun Aceh No 10 Tahun 2008 tentang Lembaga-Lembaga Adat.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




KANUN : Jurnal Ilmu Hukum

 

ISSN (Print): 0854 – 5499

ISSN (Online): 2527 – 8428

 

Published by: 

Redaksi Kanun: Jurnal Ilmu Hukum

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Jl. Putroe Phang No. 1, Darussalam, Banda Aceh 23111

Telp. (0651) 7552295; Faks. (0651) 7552295

E-mail: kanun.jih@unsyiah.ac.id

Website: http://jurnal.unsyiah.ac.id/kanun

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.