Konsep Nafkah dalam Hukum Islam

Syamsul Bahri

Abstract


ABSTRAK: Nafkah tidak hanya suatu pemberian yang diberikan seorang suami kepada istrinya, namun juga merupakan kewajiban antara bapak dengan anaknya dan juga memiliki tanggung jawab antara seorang pemilik dengan sesuatu yang dimilikinya. Kewajiban nafkah tersebut telah tercantum dalam sumber hukum Islam al Quran dan al hadits,  diantaranya terdapat dalam Surat  Ath-Thalaq ayat (6), Al-Baqarah ayat: 233, dan lainnya. Nafkah berarti sebuah kewajiban yang mesti dilkasanakan berupa pemberian belanja terkait dengan kebutuhan pokok baik suami terhadap istri dan bapak kepada anak ataupun keluarganya.  Begitu pentingnya nafkah dalam kajian hukum Islam, bahkan seorang istri yang sudah dithalaq oleh suaminya masih berhak memperoleh nafkah untuk dirinya beserta anaknya. Disamping itu, meskipun nafkah merupakan suatu kewajiban untuk dipenuhi namun menyangkut kadar nafkahnya, harus terlebih dahulu melihat batas kemampuan si pemberi nafkah.

 

Conjugal Need Concept in Islamic Law ABSTRACT: Conjugal need is not only a gift that is provided by a husband to his wife, but also an obligation of the father to his child and the responsibility of an owner to something. The need liabilities have been ruled in Islamic texts of Qoran and al-Hadith, which there are in the Chapter of Ath-Thalaq paragraph (6), Al-Baqarah: 233, and more. The need means an obligation that must be done by the form of expenditures related to the basic needs of both the husband against the wife and father of the child or his family. Due to its importance of it in the study of Islamic law, even a wife who has been dithalaq by her husband still has the right to earn a living for themselves and their children. In addition, although a living is an obligation to be met but concerns the level of living, it should be first to find the limits of  its provider.

Keywords


nafkah dalam islam: conjugal needs; islamic law

Full Text:

PDF

References


Abdurrahman I. Doi, 1992, Perkawinan dalam Syari’at Islam, Cet, I, Rineka Cipta, Jakarta.

Al-Hafidh Ibnu hajar Al-Asqalani, tt, Bulughul Maram, Beirut: Maktabah At-Tijarah Al-Kubra.

Ali Ahmad Al-Jurjawi, 1992, Falsafah dan Hikmah Hukum Islam, Semarang: Asy-Syifa’.

Aliy As’ad, tt, Terjemahan Fat-Hul Mu’in, Jilid 3, Menara Kudus.

Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama, 1984/1985, Ilmu Fiqh, Jilid II, Cet, II, Jakarta.

H.S.A. Al-Hamdani, 1989, Risalah Nikah, (Alih Bahasa: Agus Salim), Pustaka Amani, Jakarta.

Ibnu Majah, tt, Sunan Ibnu Majah, Juz II, Waar Al-Hiirats, Kairo.

Imam Muslim, Shahih Muslim, Juz II, Daar Al-Kutub Ilmiah, Beirut.

Imron Abu Amar, tt, Fathul Qarib, Menara Qudus.

Moh. Rifa’i, Moh. Zuhri, Salomo, 1978, Terjemahan Khulasah Kifayatul Akhyar, CV. Toha Putra, Semarang.

Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, tt, Hukum-Hukum Fiqh Islam, Cet. IV, Bulan Bintang, Jakarta.

Muhammad Jawad Mughniyah, 1994, Fiqh Lima Mazhab, Cet. I Jakarta: Basrie Press.

Mustafa Diibu Bhigha, 1986, Figh Menurut Mazhab Syafi’i, (Alib Bahasa Muhammad Rifa’i dan Baghawi Mas’udi), Cahaya Indah, Semarang.

Sayyid Sabiq, 1986, Fikih Sunnah, Juz. VII, Cet. III, Al-Ma’arif, Bandung.

Soemiyati, 1982, Hukum Perkawinan Islam dan Undang-undang Perkawinan (UU No. 1 Tahun 1974), Liberty, Yogyakarta.

Zakaria Ahmad Al-Barry, 1977, Ahkamul Auladi Fil Islam, Cet. I Bulan Bintang, Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


KANUN

Jurnal Ilmu Hukum

 

ISSN (Print): 0854 – 5499

ISSN (Online): 2527 – 8428

 

Redaksi Kanun: Jurnal Ilmu Hukum

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Jl. Putroe Phang No. 1

Darussalam, Banda Aceh 23111

Telp. (0651) 7552295; Faks. (0651) 7552295

E-mail: kanun.jih@unsyiah.ac.id

Website: http://jurnal.unsyiah.ac.id/kanun

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.