Tantangan Peradilan Adat Laot di Aceh

Teuku Muttaqin Mansur

Abstract


ABSTRACT: The presence of the commander Laot Laot and customary law is recognized in national legal systems. One is owned by the authority to settle the dispute through traditional justice. So far, the customary judicial decision Laot followed. But viewed from the provisions of national law, customary judicial decision Laot does not have a strong legal basis. This research is descriptive analytical, normative juridical approach sociological and juridical. From the research note that the judiciary can enforce the law and all courts established by state law, not including the customary judicial Laot in it. This judicial decision can only provide a peaceful because the decision is relative or voluntary. Parties who are not satisfied, opened the opportunity to reopen the law through the state courts.

 

The Challenge of Customary Justice of The Sea

Keywords


customary justice; panglima laot.

Full Text:

PDF

References


Abdullah M., Adli, Sulaiman Tripa, Teuku Muttaqin, 2006, Selama Kearifan Adalah Kekayaan ; Eksistensi Panglima Laot dan Hukom Adat Laot di Aceh, Cet. I, Panglima Laot Aceh, Banda Aceh.

M. Adli Abdullah, 2010, Konsep Mediasi dalam Masyarakat Aceh, Makalah, Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Bambang Sutiyoso, 2006, Metode Penemuan Hukum Upaya Mewujudkan Hukum yang Pasti dan Berkeadilan, Cet. I, UII Press Yogyakarta, Yogyakarta.

Denys Lombard, 2007, terjemahan Winarsih Arifin, Kerajaan Aceh Zaman Sultan Iskandar Muda (1607-1636), KPG (Kepustakaan Populer Gramedia), Cet II.

Dinas Perikanan Propinsi NAD, 1992, Keputusan Pertemuan Panglima Laot/Musyawarah Panglima Laot se-Propinsi Daerah Istimewa Aceh, tanggal 23-25 Januari di Langsa Aceh Timur.

I Gede A..B. Wiranata, 2005, Hukum Adat Indonesia Perkembangan dari Masa Ke Masa, Cet. I, PT. Citra Adidya Bakti, Jakarta.

Mohd Djuned T, Kedudukan Panglima Laot dalam Hukum Positif di Indonesia, Makalah Duek Pakat Panglima Laot se-Aceh, Sabang 19-20 Maret 2001.

RH. Soedarsono, “Studi Hukum Adat”, dalam M. Syamsuddin dkk (Penyunting), 1998, Hukum Adat dan Modernisasi Hukum, FH UII, Yogyakarta

Soepomo, 1966, Bab-bab Tentang Hukum Adat, Penerbitan Universitas, Jakarta.

Syahrizal Abbas, 2009, Mediasi dalam Perspektif Hukum Syariah, Hukum Adat, dan Hukum Nasional, Prenada-Kencana, Jakarta.

Ter Haar, 1974, Azas dan Susunan Hukum Adat, Pradnya, Jakarta.

Peraturan Perundang-undangan

Undang-undang Dasar NRI Tahun 1945

Undang-undang Nomor 44 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Aceh.

Undang-undang Nomor 18 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Nangroe Aceh Darussalam.

Undang-undang nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Perda Nomor 2 tahun 1990 tentang Pembinaan dan Pengembangan Adat Istiadat, Kebiasaan-kebiasaan Musyawarah beserta Lembaga Adat di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Perda Nomor 7 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Kehidupan Adat.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




KANUN : Jurnal Ilmu Hukum

 

ISSN (Print): 0854 – 5499

ISSN (Online): 2527 – 8428

 

Published by: 

Redaksi Kanun: Jurnal Ilmu Hukum

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Jl. Putroe Phang No. 1, Darussalam, Banda Aceh 23111

Telp. (0651) 7552295; Faks. (0651) 7552295

E-mail: kanun.jih@unsyiah.ac.id

Website: http://jurnal.unsyiah.ac.id/kanun

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.