Aspek Legal Penguasaan Hutan oleh Mukim

Husin Taqwaddin

Abstract


ABSTRACT: Mukim is one of the unique structure in Governance of Aceh, in which it is federation from several Gampong (village) which exist since Islam Religious lesson came to Aceh region. Therefore Mukim has long path story, it resulted authority and authority of Mukim in the past has already sufficient known and obeyed by the people who stayed in the Mukim area.  Mukim has authority toward all of its territory, in the land and also in the sea. In the lagal aspect, Mukim since past until nowadays has the power basis or legal jurisdiction toward the Forrest in each Mukim area. The forrest exist in the Mukim area measured by the requirement go and back for a day, it is understood by the Mukim community as Uteun Mukim in which it is also called as rights of Kullah (Uteun Potallah). So terminology of Uteun Mukim is equivalent with Customary Forrest (hutan adat) in the Indonesia’s of national law.  In the managerial aspect, in the Forrest management affair, the roles and responsibilities in the Mukim area are led by the customary chief of Forrest (Panglima Uteun or Pawang Glee). The management and using of the customary forest of Mukim almost always has coordination Imuem Mukim with Pawang Glee and also Petua Seunebok.

 

Legal Aspect of the Forest Management by Mukim


Keywords


aspek legal; penguasaan hutan; mukim.

Full Text:

PDF

References


Ali Hasjmi (1977), 59 Tahun Aceh Merdeka Dibawah Pemerintahan Ratu, Bulan Bintang, Jakarta.

Badruzzaman Ismail (2008), Sistem Budaya Adat Aceh dalam Membangun Kesejahteraan, MAA – NAD.

Muhammad Said (1981), Aceh Sepanjang Abad, Waspada, Medan.

HM Zainuddin (1961), Tarich Atheh dan Nusantara, Pustaka Iskandar Muda, Medan.

Singarimbun et.al (1985), Aceh Dimata Kolonialis,terjemahan dari The Achehnese, Snouck Hugronje, Yayasan Soko Guru, Jakarta.

Sanusi M. Syarif (2005), Gampong dan Mukim di Aceh Menuju Rekonstruksi Pasca Tsunami, Pustaka Latin, Bogor.

Ismail Suny (1980), Bunga Rampai Tentang Aceh, Bharata Karya Aksara, Jakarta.

Mahdi Syahbandir (1995), Eksistensi dan Peranan Imuem Mukim dalam Pelaksanaan Pemerintahan Desa di Kabupaten Tingkat II Aceh Besar, Tesis Program Pascasarjana UNPAD, Bandung.

S.M. Amin (1978), Kenang-Kenangan dari Masa Lampau, Pradya Paramita, Jakarta.

Teuku Djuned et.al (2003), Pemerintahan Mukim Masa Kini, Laporan Penelitian, Pusat Studi Hukum Adat Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh.

Zainuddin H.M (1961), Tarich Atheh dan Nusantara, Pustaka Iskandar Muda, Medan.

Teuku Djuned, et.al (2003), Pemerintahan Mukim Masa Kini, Laporan Penelitian, Pusat Studi Hukum Adat Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh.

Taqwaddin (2009), Mukim sebagai Pengembang Hukum Adat Aceh, makalah disampaikan pada acara Workshop Penguatan Institusi Lembaga Adat Melalui Pendokumentasian Hukum Adat, diselenggarakan oleh Jaringan Komunitas Masyarakat Adat (JKMA) Aceh dan GenAsist di Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Rabu, 11 Februari.

Taqwaddin (2009), Gampong sebagai Basis Perdamaian, makalah disampaikan pada Acara Lokakarya Perumusan Metoda Penerapan Nilai-nilai Kearifan Lokal untuk Mewujudkan Perdamaian Berkelanjutan di Aceh, diselenggarakan oleh JAPPP dan Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Banda Aceh, 31 Januari.

Taqwaddin (2008), Penyelesaian Perkara secara Adat Aceh, paper Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala Darussalam, Banda Aceh, 3 Februari, www.ajrc-aceh.org, Kamis 5 Februari 2009.

T. Mohd Djuned (2003), Kesiapan Sumberdaya Mukim dalam Mengemban Amanat UU No. 18 Tahun 2001 (Otonomi Khusus NAD), Makalah disampaikan pada Diskusi Multipihak tentang Lembaga Mukim Dulu, Sekarang, dan Masa Akan Datang, diselenggarakan oleh LSM PUGAR, Banda Aceh , 3 Mei.

T.I.El Hakimy (1985), Suatu Studi Penguasaan Tanah pada Masyarakat Pedesaan di Aceh, FH Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

T. Mohd Djuned (2004), Pandangan dan Masukan kepada Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Hutan Adat, makalah diskusi tentang hutan adat, diselenggarakan oleh WALHI, Banda Aceh 12 Januari.

M. Isa Sulaiman dan HT. Syamsuddin (ed) (2002), Pedoman Adat Aceh : Peradilan dan Hukum Adat, Ed II, Lembaga Adat dan Kebudayaan Aceh , Prov. NAD.

R. Van Dijk (1960), Pengantar Hukum Adat Indonesia, Sumur Bandung.

Teuku Ibrahim El Hakimy (1985), Suatu Studi tentang Penguasaaan Tanah pada Masyarakat Pedesaan di Aceh, Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Taqwaddin 2008, Adat dalam Pelestarian Hutan Aceh, makalah disampaikan pada acara Seminar Sehari degan tema ”Moratorium Logging untuk Mewujudkan Hutan Aceh Lestari”, diselenggarakan oleh AJRC-UNDP, Banda Aceh 17 Nopember.

Taqwaddin (2008), Adat Hutan Aceh, opini, Harian Serambi Indonesia, 3 Juni.

Taqwaddin (2008), Adat Aceh tentang Hutan, Majalah Jeumala, Majelis Adat Aceh Prov. NAD, No. 26 April.

Peraturan Perundang-undangan

Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




KANUN : Jurnal Ilmu Hukum

 

ISSN (Print): 0854 – 5499

ISSN (Online): 2527 – 8428

 

Published by: 

Redaksi Kanun: Jurnal Ilmu Hukum

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Jl. Putroe Phang No. 1, Darussalam, Banda Aceh 23111

Telp. (0651) 7552295; Faks. (0651) 7552295

E-mail: kanun.jih@unsyiah.ac.id

Website: http://jurnal.unsyiah.ac.id/kanun

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.