Kebijakan Pengelolaan Perikanan Berbasis Kearifan Lokal di Aceh

Sulaiman Sulaiman

Abstract


ABSTRACT: Fisheries condition of Aceh is currently being critical. The condition was one of them caused by the pattern of fisheries management. In fisheries management in Aceh is known pattern of local wisdom in the form of hukom adat laot communities living in 147 lhoks. This wisdom pattern sets five key areas, namely laot abstinence, Laot custom, environmental maintenance custom, laot feast custom, and drifting item custom. The pattern is also recognized in the laws and regulations in Indonesia. But in reality, the traditional wisdom is implemented through the concept of division of roles among the government, fishermen, indigenous institutions, and other fisheries stakeholders.

 

The Fisheries Management Policy Based on Local Wisdom


Keywords


kebijakan; pengelolaan perikanan; kearifan lokal

Full Text:

PDF

References


Adli Abdullah, Sulaiman Tripa, Teuku Muttaqin Mansur (2006), Selama Kearifan adalah Kekayaan, Yayasan Kehati, Jakarta.

Benda-Beckmann, Keebet von, Pluralisme Hukum, Sebuah Sketsa Genealogis dan Perdebatan Teoritis, dalam Rikardo Simarmata, dkk, Pluralisme Hukum, Sebuah Pendekatan Interdisiplin, HuMa dan Ford Foundation, Jakarta.

Djuned T (2001), Kedudukan Panglima Laot dalam Hukum Positif di Indonesia, Makalah Duek Pakat Panglima Laot se-Aceh di Sabang, 19-20 Maret.

Gopakumar K (2002), Current State Of Overfishing and Its Impact on Sustainable Fisheries Management in The Asia-Pasific Region, in, RA Oliver (eds), Sustainable Fishery Management in Asia, Asian Productivity Organization, Tokyo.

Griffiths, John (2005), Memahami Pluralisme Hukum, Sebuah Deskripsi Konseptual: dalam Rikardo Simarmata, dkk, Pluralisme Hukum, Sebuah Pendekatan Interdisiplin, HuMa dan Ford Foundation, Jakarta.

Hilman Hadikusuma (2003), Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia, Mandar Maju, Bandung.

Keraf, A. Sonny (2005), Etika Lingkungan, Penerbit Buku Kompas, Jakarta.

Lucky Adrianto, Et.Al (2009), Adopsi Pengetahuan Lokal Dalam Pengelolaan Perikanan Di Indonesia : The End Of Frontier?: Background Paper Workshop on Customary Knowledge and Fisheries Management Systems in Southeast Asia, Mataram, Indonesia, 2-4 Agustus.

I Nyoman Nurjaya (2008), Pengelolaan Sumberdaya Alam dalam Perspektif Antropologi Hukum, Prestasi Pustaka Publisher, Jakarta.

---------------- (2007), Kearifan Lokal dan Pengelolaan Sumberdaya, Jurnal 40/XIII/2007.

Muhammad Hakim Nyakpha (2001), Panglima Laot, Peranannya dalam Lembaga Adat Laot, Menuju Hukum Adat yang Berkekuatan Hukum, Makalah yang dipresentasikan Lokakarya dan Duek Pakat Adat Laot yang dilaksanakan Panglima Laot Se-Aceh di Sabang, 19-20 Maret.

Muttaqin (2008), Kedudukan Putusan Peradilan Adat Laot dalam Sistem Hukum Nasional (Penelitian di Pidie dan Aceh Utara), Tesis, Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Satjipto Rahardjo (2007), Mendudukkan UUD: Suatu Pembahasan dari Optik Ilmu Hukum Umum, BP Undip, Semarang.

------------------ (2006), Negara Hukum yang Membahagiakan Rakyatnya, Genta Press, Yogyakarta.

Dominikus Rato (2009), Pengantar Hukum Adat, Penerbit Laksbang, Yogyakarta.

Sudirman Saad (2003), Pluralisme Hukum dan Masalah Lingkungan: Kasus Penangkapan Ikan di Danau Tempe, Sulawesi Selatan, dalam EKM Masinambow, Hukum dan Kemajemukan Budaya, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.

Arif Satria (2009), Ekologi Politik Nelayan, Penerbit LKiS, Yogyakarta.

Rikardo Simarmata (2005), Mencari Karakter Aksional dalam Pluralisme Hukum, dalam Simarmata, Rikardo, dkk, Pluralisme Hukum, Sebuah Pendekatan Interdisiplin, HuMa dan Ford Foundation, Jakarta.

Otje Salman Soemadiningrat (2002), Rekonseptualisasi Hukum Adat Kontemporer, Alumni, Bandung.

Endang Sutrisno (2007), Bunga Rampai Hukum dan Globalisasi, Genta Press, Yogyakarta.

Brian Tamanaha (1993), The Folly of the Concept of Legal Pluralism, Makalah yang dibahas dalam The XIth International Congress of Commission on Folk Law and Legal Pluralism, Law Faculty, Victoria University of Wellington, New Zealand.

Titahelu, Ronald Z (2005), Pengakuan Hukum Formal Atas Pengelolaan Lokal Maupun Tradisional Atas Sumberdaya Pesisir sebagai Syarat untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Komunitas Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, dalam Rikardo Simarmata, dkk, Pluralisme Hukum, Sebuah Pendekatan Interdisiplin, HuMa dan Ford Foundation, Jakarta.

Sulaiman Tripa (2009), Eksistensi Hukom Adat Laot dalam Pengelolaan Perikanan Menuju Keberlanjutan Lingkungan dan Pengantasan Kemiskinan, Makalah Dipresentasikan dalam Pertemuan Mahasiswa Pascasarjana Nasional, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 27 Februari.

Van Dijk, Rudolf (1960), Pengantar Hukum Adat, Sumur, Bandung.

Wetland International (2007), Dokumen Analisis Kebijakan Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Desember, didukung WWF, Both Ends, IUCN, dan Oxfam, Banda Aceh.

Peraturan Perundang-undangan

UUD NRI Tahun 1945

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Ketentuan Pokok Agraria.

Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 1990 tentang Pembinaan dan Pengembangan Adat-istiadat, Kebiasaan Masyarakat beserta Lembaga Adat Provinsi Daerah Istimewa Aceh.

Perda Nomor 7 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Kehidupan Adat.

Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Aceh.

UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan

Qanun Nomor 16 Tahun 2002 tentang Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan.

Undang-undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Aceh dengan nama Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kehidupan Adat dan Adat-Istiadat.

Keputusan Gubernur Aceh Nomor: 523/315/2000 tentang Pengukuhan Panglima Laot Aceh.

Keputusan Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor: 523.11/012/2005, tertanggal 8 Maret 2005, tentang Pengukuhan Pengurus Panglima Laot Aceh.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




KANUN : Jurnal Ilmu Hukum

 

ISSN (Print): 0854 – 5499

ISSN (Online): 2527 – 8428

 

Published by: 

Redaksi Kanun: Jurnal Ilmu Hukum

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Jl. Putroe Phang No. 1, Darussalam, Banda Aceh 23111

Telp. (0651) 7552295; Faks. (0651) 7552295

E-mail: kanun.jih@unsyiah.ac.id

Website: http://jurnal.unsyiah.ac.id/kanun

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.