Kedudukan Hukum Adat Laot dalam Sistem Hukum Nasional

Teuku Muttaqin Mansur

Abstract


ABSTRACT: The customary law of the sea  for the furthere mentioned as hukum adat la’ot is the customary law conducted by the Aceh’s fisherman community to provide some prosedures on catching fish and the  fisherman community life. In the coastal area.  In the hukum adat la’ot is contained regarding the procedures of catching the fish (meupayang) at the sea and also contains the mechanism dispute settlement if occuring customary dispute among fisherman. Hukum adat la’ot has existed since 400 years ago. Nowadays, hukum adat la’ot has got the strong position in the Indonesia  legal sistem as stated in several hyrarchy of Indonesia’s laws, the last as stated in article 162 (2), abjad (e) the law Number 11 year 2006 regarding The governing of Aceh and it’s proceeding in regional regulation (Qanun) Number 9regardingthe supervising of Adat La’ot and the the customary behavior and Qanun Aceh Number 10 regarding the Customary board.

 

The Structure of Hukum Adat Laot in the National legal system


Keywords


hukum adat laot; sistem hukum nasional.

Full Text:

PDF

References


Adli Abdullah M., Sulaiman Tripa dan T. Muttaqin Mansur (2006), Selama Kearifan Adalah Kekayaan ; Eksistensi Panglima Laot dan Hukum Adat Laot di Aceh, Cet. I, Panglima Laot Aceh, Banda Aceh, November.

Bushar Muhammad (2003), Asas-Asas Hukum Adat Suatu Pengantar, Pradnya Paramita, Jakarta.

Dinas Perikanan Propinsi NAD (1992), Keputusan Pertemuan Panglima Laot/Musyawarah Panglima Laot se-Propinsi Daerah Istimewa Aceh, tanggal 23-25 Januari di Langsa Aceh Timur.

Hakim Nyak Pha (2001), Panglima Laot : Peranannya dalam Lembaga Adat Laot, Makalah Duek Pakat Panglima Laot Se-Aceh, Sabang, 19-20 Maret.

Hilman Hadikusuma (1992), Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia, Cet. I, Mandar Maju.

Kurien, John (2008), Suara Panglima Laot, UN-FAO.

Lembaga Bantuan Hukum Bali (2005), Peradilan Desa Alternatif Penyelesaian Sengketa Tinjauan Reflektif-Historis Peradilan Desa di Bali, YLBHI – LBH Bali dan Yayasan Keumala, Bali.

Lubis, Sulaiman (1978), Panglima Laot dan Pawang : Peranannya dalam Masyarakat Nelayan Aceh, Hasil Penelitian, Pusat Penelitian Ilmu-ilmu social Aceh, Banda Aceh.

Mohd Djuned T (2001), Kedudukan Panglima Laot dalam Hukum Positif di Indonesia, Makalah Duek Pakat Panglima Laot se-Aceh, Sabang 19-20 Maret.

------------ (1992), Azas-azas Hukum Adat, Diktat, Fakultas Hukum Unsyiah, Banda Aceh.

------------ (2003), Hukum Adat dan Adat, Diktat, Fakultas Hukum Unsyiah, Banda Aceh.

------------ (1995), Panglima Laot dan Tanggung Jawabnya Terhadap Lingkungan Laot di Aceh, Mon Mata No. 10 September 1995, Lembaga Penelitian Unsyiah Banda Aceh.

Pringgodigdo A.G (1973), Ensiklopedi Umum, Yayasan Kanisius, Jakarta.

Sekretariat Lembaga Hukum Adat Laot Provinsi Aceh (2005), Krue Suemangat Panglima Laot, Februari.

------------ (2005), Buku Rencana Strategis Panglima Laot Aceh 2005 – 2015 & Ketentuan-Ketentuan Hukum Adat Laot, Panglima Laot Aceh, Editor Sulaiman Tripa, Desember 2005.

------------ (2006), Laporan Pelatihan Manajemen Kelembagaan Panglima Laot se-Aceh, Desember.

------------ (2006), Laporan Pertemuan Panglima Laot Se-Aceh, Editor Sulaiman Tripa,Desember.

Simorangkir J.C.T et.al (2005), Kamus Hukum, Cet. IX, Sinar Grafika.

Soepomo (1996), Bab-bab Tentang Hukum Adat, Penerbitan Universitas, Jakarta.

Soerjono Soekanto (1983), Hukum Adat Indonesia, Cet, II, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Sulaiman Tripa (2001), Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup Menurut Adat Panglima Laot, Penelitian Normatif, Fakultas Hukum Unsyiah, Banda Aceh.

Syahrizal (2004), Hukum Adat dan Hukum Islam di Indonesia ; Refleksi Terhadap Beberapa Bentuk Integrasi Hukum dalam Bidang Kewarisan di Aceh, Cet. I, Yayasan Nadiya, Nanggroe Aceh Darussalam.

Syamsuddin Daud (2002), Kedudukan dan Kewenangan Panglima Laot dalam Hukum Adat Laot Nanggroe Aceh Darussalam, Tesis, Program Pascasarjana Universitas Sumatere Utara.

Ter Haar (1974), Azas dan Susunan Hukum Adat, Pradnya, Jakarta.

Van Vollenhoven C (1987), Penemuan Hukum Adat, Djambatan, Jakarta.

Peraturan Perundang-undangan

Undang Undang Dasar 1945

Perda Nomor 2 Tahun 1990 tentang Pembinaan dan Pengembangan Adat Istiadat, Kebiasaan-kebiasaan Musyawarah beserta Lembaga Adat di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Undang-undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Aceh.

Perda Nomor 7 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Kehidupan Adat.

Undang-undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Nangroe Aceh Darussalam.

Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2008 tentang Pembinaan Adat dan Adat Istiadat

Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2008 tentang Lembaga Adat.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




KANUN : Jurnal Ilmu Hukum

 

ISSN (Print): 0854 – 5499

ISSN (Online): 2527 – 8428

 

Published by: 

Redaksi Kanun: Jurnal Ilmu Hukum

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Jl. Putroe Phang No. 1, Darussalam, Banda Aceh 23111

Telp. (0651) 7552295; Faks. (0651) 7552295

E-mail: kanun.jih@unsyiah.ac.id

Website: http://jurnal.unsyiah.ac.id/kanun

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.