Pengaturan Hukum Perlindungan Nelayan Kecil

Teuku Muttaqin Mansur, Muazzin Muazzin, Teuku Ahmad Yani, Sulaiman Sulaiman

Abstract


Lahirnya Undang-Undang No. 7/2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidayaan dan Petambak Garam, memunculkan masalah baru bagi nelayan kecil. Undang-undang ini memperbesar ukuran gross tonnage kapal nelayan kecil dari ukuran 5 GT menjadi 10 GT. Ketentuan ukuran 5 GT diatur dalam Undang-Undang No. 45/2009 tentang Perubahan Undang-Undang No. 31/2004 tentang Perikanan. Perubahan GT tersebut tidak sederhana. Masalah utama adalah terdapat perbedaan antara undang-undang yang mengatur perlindungan nelayan dengan undang-undang yang mengatur perikanan. Implikasi dari perbedaan ini tidak terbatas pada kapal semata, melainkan pada jalur penangkapan ikan, fishing ground, hingga proses perizinan kapal. Dengan semakin besar GT, maka fishing ground yang selama ini dipakai oleh kapal nelayan ukuran 5 GT, turut dipakai oleh kapal berukuran 10 GT. Hal ini berpotensi konflik sesama nelayan. Tawaran pemetaan untuk harmonisasi hukum diharapkan akan menjawab permasalahan hukum perlindungan nelayan.

 

Legal Arrangement of Small Fishermen Protection

 

The birth of the Act No. 7/2016 on Protection and Empowerment of Fishermen, Cultivation and Fishers of Salt, raises new problems for small fishermen. This act enlarges the gross tonnage size of small fishing vessels from 5 GT to 10 GT. The 5 GT size requirement is regulated in the Act No. 45/2009 on Amendment of the Act No. 31/2004 on Fisheries. The GT changes are not simple. The main problem is that there are differences between laws governing the protection of fishermen and the laws governing fisheries. The implications of this difference are not limited to ships alone, but to fishing lanes, fishing ground, to the licensing process of ships. With the bigger GT, then the fishing ground that has been used by fishing boats size 5 GT, also used by the ship size of 10 GT. This has the potential to conflict among fellow fishermen. The legal to harmonization mapping offer is expected to address legal protection issues of fishermen.


Keywords


pengaturan hukum; perlindungan hukum; nelayan kecil; legal arrangement; legal protection; small fishermen.

Full Text:

PDF

References


Adwani, 2011, Perlindungan Sumber Daya Perikanan Laut sebagai Bentuk Tanggung Jawab Pemerintah Daerah di Perairan Laut Provinsi Aceh, Jurnal Media Hukum, Vol. 18 No. 2.

Akhmad Fauzi, 2010, Ekonomi Perikanan, Teori, Kebijakan, dan Pengelolaan, Gramedia, Jakarta.

Arif Satria, 2016, "Lindungi dan Berdayakan Nelayan", Harian Kompas, 17 Maret.

Bernhard Limbong, 2015, Poros Maritim, Pustaka Margaretha, Jakarta.

Ishmael B. M. Kosamu, 2015, Conditions for Sustainability of Small-scale Fisheries in Developing Ccountries, Fisheries Research, Vol. 161.

Lukman Adam, 2015, Telaah Kebijakan Perlindungan Nelayan dan Pembudaya Ikan di Indonesia, Jurnal Kajian, Vol. 20 No. 2.

M. Adli Abdullah, 2012, Kewenangan Pengelolaan Laut Aceh, Pusat Studi Hukum Adat Laut Unsyiah, Banda Aceh.

Maria Hauck, 2008, Rethinking Small-scale Fisheries Compliance, Marine Policy, Vol. 32 Issue 4.

Michael Heazle, John G. Butcher, 2007, Fisheries Depletion and the State in Indonesia: Towards a Regional Regulatory Regime, Marine Policy, Vol. 31 Issue 3.

Nireka Weeratunge, et. al., 2014, Small-scale Fisheries Through the Wellbeing Lens, Fish and Fisheries, 15.

Sulaiman, 2013, Model Penyelesaian Konflik Alat Tangkap di Kabupaten Aceh Barat, Kanun Jurnal Ilmu Hukum No. 59 Tahun XV.

Sulaiman, M. Adli Abdullah, Teuku Muttaqin Mansur, Zulfan, 2014, Pembangunan Hukum Perlindungan Nelayan Tradisional di Aceh dalam Kaitan Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan Secara Berkeadilan, Jurnal Media Hukum, Vol. 21, No. 2.

Sulaiman dan Teuku Muttaqin, 2010, Pembagian Peran dan Tanggung Jawab dalam Pengelolaan Perikanan di Aceh, Jurnal Litigasi, Vol. 11 No. 1.

Teuku Muttaqin Mansur, Sulaiman, 2016, Kajian Hukum Perlindungan Nelayan Kecil Pasca UU 7/2016, Yayasan Jaringan Kuala, Banda Aceh.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


KANUN

Jurnal Ilmu Hukum

 

ISSN (Print): 0854 – 5499

ISSN (Online): 2527 – 8428

 

Redaksi Kanun: Jurnal Ilmu Hukum

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Jl. Putroe Phang No. 1

Darussalam, Banda Aceh 23111

Telp. (0651) 7552295; Faks. (0651) 7552295

E-mail: kanun.jih@unsyiah.ac.id

Website: http://jurnal.unsyiah.ac.id/kanun

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.