Dekonstruksi Peran Tuha Peut Perempuan dalam Menjaga Perdamaian di Aceh

Mahfud Mahfud, Wardah Wardah, Lena Farsia, Susiana Susiana

Abstract


Undang-Undang No. 44/1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Aceh jo. Undang-Undang No. 22/1999 tentang Pokok-pokok Pemerintahan Daerah, mengatur lembaga-lembaga adat, termasuk mengaktifkan kembali lembaga Tuha Peut dalam berbagai perangkat regulasi/aturan dan kebijakan Pemerintah Daerah di Aceh. Selanjutnya, Undang-Undang No. 18/2001 tentang Otonomi Khusus dan terakhir dengan Undang-undang No. 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh, maka lahirlah berbagai produk hukum berupa qanun, yang menempatkan kembali lembaga dan peran tuha peut dalam Pemerintahan Gampong dan Mukim di Aceh. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlunya pendekatan kontemporer ditempuh oleh pemerintah dengan melibatkan sejumlah pihak dan kalangan dalam menjaga perdamaian Aceh. Salah satu pendekatan kontemporer tersebut dengan melibatkan unsur perempuan sebagai agen perdamaian yang terdapat dalam struktur Tuha Puet Gampong. Namun demilian banyak diantara perempuan enggan mencalonkan diri sebagai anggota dari Tuha Peut Gampong. Banyak dari mereka bahkan masih menganggap bahwa Tuha Puet Gampong masih merupakan ranahnya kaum pria.

 

 

The Deconstruction of the Role of Female Tuha Peut in Peace Keeping Activities in Aceh

 

The Law No. 44/1999 on Special Autonomy and the Law of Governing Aceh and the Law No .22/1999 on Cores of Local Goverment regulate the Adat institutions, including reactivated the Tuha Peut institution in every regulations and Aceh local goverment policies. The Law No. 18/2001 on Special Autonomy and  the UUPA have been establishing more legal products such as qanun that resettle the adat institutions and the role of the tuha peut in local government of gampong and mukim in Aceh. The result of the research shows that the Government of Aceh has involved many stakeholders in peace keeping activities in Aceh. One of the contemporary approach is by engaging women role as the peace agent. However, many women hesitated to candidate them selves as the Tuha Peut members, as they think that the role is belongs to men.

Keywords


pemerintahan adat; gampong dan mukim; tuha puet perempuan; local government; gampong and mukim; female tuha puet.

Full Text:

PDF

References


Ade Maman Suherman, 2004, Pengantar Pembandingan Sistem Hukum (Civil Law, Common Law, Hukum Islam), PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Al-Syatibi, Al-Muwafaqat fil ushul al Ahkam, Juz Ii, Dar al-Fikr, Beirut.

Benedetta Faedi, What Have Women Got To Do With Peace?: A Gender Analysis of the Laws of War and Peacemaking, The Georgetown Journal of Gender and The Law, Vol. X:37.

Cnossen C and Sith Veronica M, 1997, Devoloving Legal Reseach Methodology To Meet The Challenge of New Technologies, sebagaimana yang termuat dalam The Journal of Information Law and Technology (JILT), Volume 2.

Cynthia Cockburn, Rada Stakic-Domuz dan Meliha Hubic, 2001, Women Organizing For Change A study of women's local integrative organizations and the pursuit of democracy in Bosnia-Herzegovina, Medica Women's Association Zenica Bosnia-Herzegovina.

Damien Kingsbury, 2006, Peace in Aceh: A Personal Account of the Helsinki Peace Process, Equinox Publishing Indonesia, Jakarta.

Khaled M. Aboe El Fadl, 2004, Atas nama Tuhan; dari Fiqh Otoriter ke Fiqh Otoritatif, (terjemahan), Jakarta, cet, I.

Mohammad Nazir, 1999, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta.

Muhammad Khaled Mas’ud, 1995, Filsafat hukum Islam dan Perubahan Sosial, terj. Yudian. W. Asmin, Al-Ikhlas, Surabaya.

Nadine Puechguirbal, 2004, Women and Children: Deconstructing a Paradigm, Seton Hall Journal of Diplomacy and International Relations, Vol. 5, Issue 1.

Narendra S. Bisht and T. S. Bankoti, 2004, Encyclopedia of the South East Asian Ethnography, Volume 1 A-L, edisi 1, Global Vision Publishing House, New Delhi.

Peter Mahmud Marzuki, 2008, Pengantar Ilmu Hukum, Jakarta, Kencana.

Richard Susskind, 2000, Transforming The Law, Essay On Technology, Justice and The Legal Marketplace, OXFORD University Press, London.

Soerjono Soekanto, 1997, Pokok-Pokok Sosiologi Hukum, Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Snouck Hurgronje, 1985, Aceh di mata Kolonialis, Yayasan Soko Guru, Jakarta.

Sulaiman, 2011, Penyelesaian Sengketa dalam Masyarakat Gampong di Aceh setelah Lahirnya Undang-Undang No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, Jurnal Ilmu Hukum Litigasi, Vol 10 (12).

Sunarjati Hartono, 1991, Kapita Selekta Perbandingan Hukum, Citra Aditya Bakti, Bandung.

______, 1994, Penelitian Hukum di Indonesia Pada Akhir Abad ke 20, Alumni, Bandung.




DOI: https://doi.org/10.24815/kanun.v19i3.9039

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


KANUN

Jurnal Ilmu Hukum

 

ISSN (Print): 0854 – 5499

ISSN (Online): 2527 – 8428

 

Redaksi Kanun: Jurnal Ilmu Hukum

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Jl. Putroe Phang No. 1

Darussalam, Banda Aceh 23111

Telp. (0651) 7552295; Faks. (0651) 7552295

E-mail: kanun.jih@unsyiah.ac.id

Website: http://jurnal.unsyiah.ac.id/kanun

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.