Rekonstruksi Kedudukan Dewan Perwakilan Daerah Setelah Putusan Mahkamah Konstitusi No. 79/PUU-XII/2014

Mirja Fauzul Hamdi

Abstract


Keberadaan DPD yang diatur berdasarkan Undang-Undang No. 17/2014 masih dinilai diskriminatif dalam pelaksanaan kewenangan, khususnya bidang legislasi dibandingkan dengan Dewan Perwakilan Rakyat. Upaya pengujian undang-undang dilakukan oleh DPD ditujukan guna menjamin kemandirian lembaga sebagaimana amanah Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi No. 79/PUU-XII/2014 merupakan suatu bentuk rekonstruksi hukum yang dijadikan sebagai dasar hukum bagi DPD dalam menjalan kewenangan bidang legislasi.

 

Reconstruction of Regional Representative Council after the Decission of Constitutional Law No. 79/PUU-XII/2014

 

The existence of The Regional Representative Council that regulated by Law No. 17/2014 remain discriminative in exercising their authority, particulary in legislative function and compare to the House of representative.  The Regional Representative Council has conducted a legal review to ensure the independency of it institution as regulate by Constitution 1945. Based on the decission of the Constitutional Court No. 79/PUU-XII/2014 as the legal standing for DPD in exercising their legislative authority.


Keywords


rekonstruksi; dewan perwakilan daerah; putusan mahkamah konstitusi; reconstruction; regional representative council; decision of constitutional court.

Full Text:

PDF

References


Abu Daud Busroh, 1987, Intisari Hukum Tatanegara Perbandingan, Konstitusi Sembilan Negara, Bina Aksara, Jakarta.

Ali Mudhofir, 1996, Kamus Teori dan Aliran dalam Filsafat dan Teologi, Gajahmada University Press, Yogyakarta.

Anonimous, 2006, Kerja Politik Untuk Kesejahteraan Masyarakat dan Daerah; Rencana Kerja Strategis DPD Republik Indonesia, Sekretariat Jenderal DPD, Jakarta.

Anonimous, 2008, Kamus Bahasa Indonesia, Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

Anonimous, 2010, Hukum Acara Mahkamah Konstitusi, Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Bekerjasama dengan Asosiasi Pengajar Hukum Acara Mahkamah Konstitusi, Jakarta.

Anonimous, tt, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dalam Satu Naskah, (Risalah Rapat Paripurna ke-5 Sidang Tahunan MPR Tahun 2002 Sebagai Naskah Perbantuan Dan Kompilasi Tanpa Ada Opini), Sekretariat Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat RI, Jakarta.

Arif Hidayat, 2013, Penemuan Hukum Melalui Penafsiran Hakim Dalam Putusan Pengadilan, Jurnal Pandecta, Vol. 8. No. 2.

Bagir Manan, 2005, DPR, DPD dan MPR dalam UUD 1945 Baru, Cetakan Ketiga, FH-UII Press, Yogyakarta.

Hayat, 2015, Keadilan sebagai Prinsip Negara Hukum: Tinjauan Teoretis Dalam Demokrasi, Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 2 No. 2.

James P. Chaplin, 1997, Kamus Lengkap Psikologi, Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Jimly Asshiddiqie, 2006, Pengantar Hukum Tata Negara, Jilid II, Sekretaris Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI, Jakarta.

Marbun, B.N., 1996, Kamus Politik, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta.

Masnur Marzuki, 2008, Analisis Kontestasi Kelembagaan DPD Dan Upaya Mengefektifkan Keberadaannya, Jurnal Hukum Vol. 15, No. 1.

Ni Kadek Riza Sartika Setiawati, Nyoman Mas Aryani, 2011, Kewenangan DPD Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi, Fakultas Hukum Universitas Udayana, Denpasar.

Ni’matul Huda, 2005, Hukum Tata Negara Indonesia, Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Samuel Jaya Kusuma, 2002, Proses Penemuan Hukum Dalam Perspektif Hermeneutika Hukum, Skripsi, Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.

Yusuf Qardhawi, 2014, Problematika Rekonstruksi Ushul Fiqih, Al-Fiqh Al-Islâmî bayn Al-Ashâlah wa At-Tajdîd, Tasikmalaya.

Yahya Harahap, 2016, Hukum Acara Perdata tentang Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian dan Putusan Pengadilan, Sinar Grafika, Jakarta.

Sulaiman, 2017, Rekonseptualisasi Hukum Indonesia, Pandecta Research Law Jurnal, Vol. 12 No. 2.

Zaki Ulya, 2016, Kontradiksi Kewenangan DPD Ditinjau Dari Segi Kemandirian Lembaga Dalam Sistem Bikameral, Jurnal Hukum Samudra Keadilan, Vol. 11, No. 2.

Zahratul Idami, 2014, Kewenangan Dewan Perwakilan Daerah Setelah Adanya Keputusan Mahkamah Konstitusi No. 92/PUU-X/2012, Kanun Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 16, No. 2.




DOI: https://doi.org/10.24815/kanun.v20i1.9767

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


KANUN

Jurnal Ilmu Hukum

 

ISSN (Print): 0854 – 5499

ISSN (Online): 2527 – 8428

 

Redaksi Kanun: Jurnal Ilmu Hukum

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Jl. Putroe Phang No. 1

Darussalam, Banda Aceh 23111

Telp. (0651) 7552295; Faks. (0651) 7552295

E-mail: kanun.jih@unsyiah.ac.id

Website: http://jurnal.unsyiah.ac.id/kanun

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.