Hubungan resolusi konflik pasangan suami istri bekerja dengan kepuasan pernikahan pada usia pernikahan 3-5 tahun

Nadia Nadia, Nur Janah, Nurbaity Bustamam

Abstract


Abstract: Marriage is a sacred thing that unites two human beings between men and women. In fact adults marry for encouragement for various reasons. However, any person who married definitely wanted happiness. Feeling happy is identical with the name of satisfaction where when one reaches or gets anything he wants her to feel satisfied and happy. In achieving a satisfaction of the wedding, the couple husband and wife need a name conflict resolution. people who have a good conflict resolution in the household will easily achieve a satisfaction of the wedding. The purpose of this study is to describe the relationship of conflict resolution to the satisfaction of the wedding. The method used is the Mix Method that combines the two methods at once (quantitative and qualitative). The subject of this study, namely married couples working on age of marriage 3-5 of the year with a total of 130 people. The results showed the styles of conflict resolution has a positive and significant relationship, however weak, to the satisfaction of the wedding (r =. 317, p =. 001). Based on five conflict resolution styles that exist, only two styles that have a direct relationship with the satisfaction of marriage i.e. domination and integration. While the other three have no connection at all (the bond compromise, and avoidance).

Keywords: conflict resolution, satisfaction of the marriage, the husband and wife work

 

Abstrak: Pernikahan merupakan suatu hal yang sakral yang menyatukan dua insan manusia antar laki-laki dan perempuan. Pada hakikatnya orang dewasa menikah karena dorongan berbagai alasan yang berbeda-beda. Namun, setiap orang yang menikah pasti menginginkan suatu kebahagian. Perasaan bahagia identik dengan yang namanya kepuasan yang dimana ketika seorang mencapai atau mendapat sesuatu yang diinginkannya dia merasa puas dan bahagia. Dalam mencapai suatu kepuasan pernikahan, pasangan suami istri membutuhkan yang namanya resolusi konflik. orang yang memiliki resolusi konflik yang baik dalam rumah tangga akan mudah mencapai suatu kepuasan pernikahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menggambarkan hubungan resolusi konflik dengan kepuasan pernikahan. Metode yang digunakan adalah Mix Method yang menggabungkan dua metode sekaligus (kuantitatif dan kualitatif). Subjek penelitian ini yaitu pasangan suami istri bekerja pada usia pernikahan 3-5 tahun dengan total 130 orang. Hasil penelitian menunjukkan gaya resolusi konflik memiliki hubungan yang positif dan signifikan namun lemah dengan kepuasan pernikahan (r = .317, p = .001). Berdasarkan lima gaya resolusi konflik yang ada, hanya dua gaya yang memiliki hubungan langsung dengan kepuasan pernikahan yaitu dominasi dan integrasi. Sementara tiga lainnya tidak memiliki hubungan sama sekali (kompromi, obligasi dan penghindaran).

Kata Kunci: Resolusi Konflik, Kepuasan Pernikahan, Suami Istri Bekerja


Full Text:

PDF

References


Acehnews.net. 2017. 80 Persen Penyumbang Terbesar Pasangan Usia Muda. Online. https://acehnews.net/80-persen-penyumbang-terbesar-pasangan-usia-muda/

Andini, L. 2005. Harapan Pasangan Suami Istri Bekerja terhadap Peran Suami dalam Pernikahan. Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Ardhianita, I. & Andayani, B. 2004. Kepuasan Penikahan di Tinjau Dari Berpacaran dan Tidak Berpacaran. Jurnal Universitas Gadjah Mada/ Volume 32, No.2, 101-111.

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Aqmalia, R. 2009. Kepuasan Pernikahan Pada Pekerja Seks Komersial (Psk). Jurnal Universitas Gunadarma. http://www.gunadarma.ac.id/library/jurnal/graduate/psychology/2009/Artikel_10503 148.pdf.

Azwar, S. 2010. Metode Penelitian. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar.

Davidson, J.K. & Moore, N.B. 1996. Marrige and Family: Change and Continuity. Boston: Allyn and Bacon.

Duval, E.M. & Miller, B. C. 1985. Marriage and Family development 6 ed. New York: Harper & Row, Publishers.

Endah, R.F. 2011. Pengaruh Gaya Resolusi Konflik dan Tipe Kepribadian Big Give Terhadap Kepuasan Pernikahan Istri. Skripsi. Jakarta: fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Etiwati. 2009. Karier, Rumah Tangga, Atau Karier dan Rumah Tangga? (Edisi Maret 2009). Jakarta: Tabloid Penabur Jakarta.

Handayani, M.M, Suminar, D.R, Hendriyani, Wiwin. 2008. Psikologi Keluarga. Surabaya: Unit Penelitian dan Publikasi Psikologi Fakultas psikologi Universitas Airlangga.

Hoffman, W. L., & Nye, I. 1984. Working Mothers, USA: Jossy-Bass Publishers.

Junaidi, 2009.Upaya Mewujudkan Keluarga Sakinah Dalam Keluarga Karir (Studi Pada Dosen Wanita Fakultas Humaniora dan Budaya Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ). Tesis. Fakultas Humaniora dan Budaya Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang).

Killis, G. 2006. Dinamika Konflik Suami Istri pada Masa Awal Perkawinan. Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Kumar, R. 1999. Research Methodology: A Step-By-Step Guide for Beginners. Australia: Addison Wesley Longman.

Lovihan, M.A.K. dan Kaunang, O.W. 2010. Perbedaan Perilaku Asertif Pada Wanita Karir Yang Sudah Menikah Dengan Yang Belum Menikah di Minahasa. Jurnal. isjd.pdii.lipi.go.id.

Olson, H. David & DeFrain John. 2006. Marriages & Families: Intimacy, Diversity, and Strengths, 5th ed. USA: McGraw Hill.

Puadi, A. 2008. Peranan Suami Dalam Membina Keluarga Sakinah. Skripsi. Http://Idb4.Wikispaces.Com.

Pruitt, D. G., & Carnevale, P. J. 1993. Negotiation in social conflict. Pacific Grove, CA: Brooks/Cole Publishing Co.

Pruitt, D. G., Rubin, J. Z. 2004. Teori Konflik Sosial (Seri Psikologi Sosial). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rahim, M. A. 1995. Confimatory factor analysis of the styles of handling internasional conflict: Frist-order factor model and ks invariance across group. Jurnal of Applied Psychology. 80(1) 122-132.

Rini, K. Q dan Retnaningsih. 2008. Kontribusi Self Disclosure Pada Kepuasan Perkawinan Pria Dewasa Awal. Jurnal. Http://Isjd.Pdii.Lipi.Go.Id/Admin/Jurnal/21207156163.Pdf.

Sadarjoen, S.S. 2005. Konflik Marital: Pemahaman Konseptual, Aktual dan Alternatif Solusinya. Bandung: Refika Aditama.

Santrock, W. J. 2002. Life Span Development (Jilid II). Jakarta: Erlangga.

Spaineir, G.B. 1976. Meansuring dyadic adjusment “New scale for assessing the quality of marriage and similar dyads. Journal of marriage and family. Feb, 15-28.

Stinnet, N. Walters, J. & Kaye. 1984. Relationship in Marriage and Family. 2nd edition. New York: MacMillan Publishing Company.

Sumpani, D. 2008. Kepuasan Pernikahan Ditinjau Dari Kematangan Pribadi dan Kualitas Komunikasi. Skripsi. Etd.Eprints.Ums.Ac.Id/Skripsi/851/1/F100010200.Pdf.

Thomas, K. 1976. Conflict and conflict menagement. In M. D. Dunnette (Ed), Handbook of industrial and organizational psychology, (pp. 889-935). Chicago: Rand McNally.

Wilmot, W.W. & Hocker, L.J. 2001. Interpersonal Conflict, 6th ed. New York: Mc. Graw Hill.

Supratiknya, A. (1995). Komunikasi antar pribadi, tinjauan psikologis. Kanisius.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Diterbitkan Oleh:

Jurusan Bimbingan dan Konseling 

Universitas Syiah Kuala