TRADISI UPACARA PERKAWINAN ADAT JAWA DI KOTA LANGSA

Kiki Syafridayanti, . Fadhillah, . Nurbaiti

Abstract


Penelitian yang penulis lakukan untuk mengungkap adat dan tradisi masyarakat Jawa di Kota Langsa pada upacara perkawinan, yang bertujuan untuk mengindentifikasi tahapan proses upacara perkawinan adat Jawa Tengah, serta mengetahui makna tahapan prosesi upacara perkawinan adat Jawa Tengah. Subjek pada penelitian ini yaitu 5 pengantin dan 1 orang tokoh adat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tahapan prosesi upacara perkawinan adat Jawa Tengah di Kota langsa terdiri dari: pembentukan panitia, upacara langkahan, upacara pemasangan tarub, upacara menanak nasi, upacara penolak hujan, upacara siraman, akad nikah, malam midodareni, upacara nebus kembar mayang, dan upacara panggih yang terdiri dari: upacara balangan sirih (lempar sirih), upacara wiji dadi (menginjak telur), upacara membasuh kaki, sindur binayang, upacara pemecahan kendhi, sungkeman, upacara dulangan, upacara tepung tawar, dan upacara jenang sumsum. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa makna yang terkandung pada upacara perkawinan adat Jawa adalah simbol yang mengarah pada suatu pengharapan dan doa yang dilakukan oleh pengantin dan kedua orang tua pengantin  kepada Tuhan Yang Maha Esa agar terhindar dari marabahaya. Makna yang terkandung pada upacara adat sangatlah penting untuk diketahui oleh masyarakat terutama generasi muda di Kota Langsa agar terus dapat melestarikan tradisi upacara perkawinan adat Jawa tersebut sehingga tidak hilang oleh perkembangan zaman.

Kata kunci : Tradisi Upacara, Perkawinan, Adat Jawa


 

ABSTRAC

The research that the author conducted was to reveal the customs and traditions of the Javanese people in Langsa City at the wedding ceremony, which aims to identify the stages of the Central Javanese traditional wedding ceremony process., and to find out the meaning of the stages of the central Javanese traditional wedding ceremony procession. The subjects in this study were 5 brides and 1 traditional leader. This study used descriptive qualitative method. The data was collected by means of observation, interview and documentation techniques. The results of the research show that the stages of the Central Javanese traditional wedding ceremony procession in Langsa City consist of: the information of committee, the langkahan ceremony, the tarub installation ceremony, the rice cooking ceremony, the rain repellent ceremony, the siraman ceremony, the marriage contract, the midodareni night, the twin mayang nebus ceremony, and the grilling ceremony which consists of: balangan sirih (throwing betel) ceremony, wiji dadi ceremony (stepping on an egg), food washing ceremmony, sindur binayang, kendhi breaking   ceremony, sungkeman, dulangan ceremony, plain flour ceremony, and marrow jenang. From the results of the study it can be cloncluded that the meaning contained in the Javanese traditional wedding ceremony is a symbol that leads to a wish and prayer made by the bride and groom and the parents of the bride and groom to God Almighty in order to avoid distress. The meaning contained in traditional ceremonies is very important to be known by the community, especially the younger generation in Langsa City so that they can continue to preserve the tradition wedding ceremonies so that they are not lost by the times.

Keywords : Ceremonial traditions, Marriage, Javanese Customs.


Full Text:

PDF

References


Agus Budi Wibowo. “Akulturasi Budaya Aceh pada Masyarakat Jawa di Kota Langsa”.(Online), http://www.academia.edu/3850648/akulturasi-budaya-aceh -pada-masyarakat-jawa-di-kota-langsa.

Fatkhur Rohman. “Makna Filosofi Tradisi Upacara Perkawinan Adat Jawa Kraton Surakarta danYogyakarta (Studi Kompras)”, (online),http://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C33&q=fatkhur+rohman+2015&btnG.

Ghony Djunaidi.2012.Metodologi Penelitian Kualitatif.Jakarta: AR. Ruzz Media

Sugioyono, 2013. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Yohana Wahyuti. “Makna Simbolik pada Upacara Pernikahan Adat Jawa Dusun Tegal Rejo Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat Sumatera Utara.”(Online)http://scholar.google.co.id/scholar?hl+id&as_sdt+0%2C33&q=yohana+wahyuti+2019& btnG, diakses pada 2019www.http://kongres.kebudayaan.id/kota-langsa


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Redaksi :

Jln. Tgk Hasan Krueng Kalee Kopelma Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh 23111, Aceh, Indonesia. Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FKIP Kampus Universitas Syiah Kuala.

E-mail               : jurnalbusanabudaya@gmail.com

Website             : http://jurnal.unsyiah.ac.id/JBB