PERLAKUAN BENIH MENGGUNAKAN BEBERAPA ISOLAT RIZOBAKTERI TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)

Khaira Rizka, Hasanuddin Hasanuddin, Syamsuddin Syamsuddin

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh agens PGPR yang dapat meningkatkan pertumbuhan bibit kakao dengan menggunakan rizobakteri. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2020 sampai Februari 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola non faktorial yang terdiri dari 10 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga dengan demikian terdapat 30 satuan percobaan. Parameter yang diamati adalah daya hambat, laju penghambatan pertumbuhan koloni patogen, potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh relatif, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 50% perkecambahan relatif, pertumbuhan vegetatif bibit kakao meliputi tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang.Hasil penelitian yang di dapatkan secara in vitro ialah terdapat pengaruh sangat nyata terhadap daya hambat dan laju penghambatan pertumbuhan koloni patogen P. palmivora dengan daya hambat terbaik dijumpai oleh isolat rizobakteri TRI 3/3 dengan nilai penghambatan 47.67% yang digolongkan kedalam aktivitas rendah(+=< 50% DH), dan isolat rizobakteri terbaik dalam laju penghambatan koloni patogen dijumpai oleh isolat GM 3/6 dengan laju penghambatannya 23.37mmhari-1 Kemudian dilihat rizobakteri sebagai PGPR berpotensi sebagai agens pemacu pertumbuhan tanaman yang terbaik dalam meningkatkan viabilitas dan vigor benih kakao dalam peubah potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah dijumpai oleh isolat rizobakteri TRI 6/6, lalu indek vigor, keserempakan tumbuh dijumpai oleh isolat TRI 8/4, sementaraisolat GM 5/6 merupakan isolate terbaik dalam peubah kecepatan tumbuh serta isolat GM 8/1 merupakan isolat terbaik dalam peubah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 50% perkecambahan relatif. Kemampuan rizobakteri dalam memproduksi IAA terbaik adalah GM 8/1, dan semua isolat rizobakteri yang diuji mampu melarutkan fosfat (P). Pertumbuhan vegetatif tanaman kakao pada umur 35 HSTdapat dilihat dari hasil penelitian ialah bahwa tinggi bibit kakao, diameter batang dan jumlah daun yang diberikam perlakuan rizobakteri pada benih berpengaruh yang sangat berbeda nyata dibandingan pada tanaman yang tidak diberikan perlakuan rizobakteri pada benih (kontrol). Hal ini dikarenakan salah satu fungsi IAA sebagai agen PGPR dalam memacu pertumbuhan tanaman kakao.

 

Seed Treatment Using Various Rhizobacterial Isolates On The Growth of Cocoa Seeds (Theobroma cacao L.)

 

This study aims to obtain PGPR agents that can increase the growth of cocoa seedlings by using rhizobacteria. This research was conducted at the Seed Science and Technology Laboratory, Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam Banda Aceh. This research was conducted from September 2020 to February 2021. This study used a completely randomized design with a non-factorial pattern consisting of 10 treatments and each treatment was repeated 3 times, so there were 30 experimental units. Parameters observed were inhibition, rate of inhibition of pathogenic colony growth, maximum growth potential, germination, vigor index, simultaneous growth, relative growth rate, time required to reach 50% relative germination, vegetative growth of cocoa seedlings including plant height, number of leaves and stem diameter. The results obtained in vitro are that there is a very significant effect on the inhibition and rate of inhibition of the growth of the pathogenic colony of P. palmivora with the best inhibition found by the rhizobacteria isolate TRI 3/3 with an inhibition value of 47.67% which is classified into activity low (+=< 50% DH), and the best isolate of rhizobacteria in the rate of inhibition of pathogenic colonies was found by isolate GM 3/6 with an inhibition rate of 23.37mmday-1. Cocoa seed vigor in growth potential variables Maximum germination was found by TRI 6/6 rhizobacteria isolates, then vigor index, simultaneous growth was found by TRI 8/4 isolates, while GM 5/6 isolates were the best isolates in growth velocity variables and GM 8/1 isolates were the best isolates in this variable. time required to achieve 50% relative germination. The best ability of rhizobacteria to produce IAA was GM 8/1, and all tested rhizobacteria isolates were able to dissolve phosphate (P). Vegetative growth of cacao plants at 35 DAP can be seen from the results of the study that the height of cacao seedlings, stem diameter and number of leaves treated with rhizobacteria on seeds were significantly different compared to plants that were not treated with rhizobacteria on seeds (control). This is because one of the functions of IAA is as a PGPR agent in spurring the growth of cocoa plants.


Keywords


Rizobakteri; Rizobakteri Pemacu Pertumbuhan Tanaman; Kakao; Rhizobacteria; Plant Growth Promoting Rhizobacteria; Cacao

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons LicenseISSN: 1411-4623E-ISSN: 2460-4534
Copyright© 1997-2018 | ISSN: 1410-3389 | EISSN: 2597-9973 
Jurnal Agrista is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
The Faculty of AgricultureSyiah Kuala University 
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam, 
Banda Aceh, 23111, Indonesia. 
Phone: +62-81383736633 
Email: agrista@unsyiah.ac.id


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations